proses-melahirkan

Tuesday, 20 May 2014

// // Leave a Comment

Bagaimana Proses Melahirkan Dalam Air?

Bagaimana Proses Melahirkan Dalam Air
Proses melahirkan di dalam air merupakan teknik melahirkan terbaru dengan media kolam melahirkan sebesar 2 meter. 
Melahirkan bayi merupakan salah satu momen yang paling berharga bagi wanita sebagai seorang Ibu, meskipun harus melalui proses melahirkan yang tidak mudah. Momen-momen melahirkan seorang bayi ke dunia merupakan hal yang paling mendebarkan sekaligus juga menyenangkan, terutama bagi pasangan yang baru menikah.

Bagaimana tidak? Kehadiran sang bayi diantara pasangan suami istri tentunya menjadi hal yang sangat dinanti-nantikan. Kehamilan baru bagi seorang wanita yang mengandung selama 9 bulan lamanya, menjadi hal terindah dalam hidup apalagi ketika proses persalinan tiba. Semakin berkembangnya teknologi masa kini, dokter kandungan pun melakukan berbagai cara untuk memudahkan proses melahirkan.

Sebagai contohnya adalah proses persalinan atau melahirkan di dalam air (water birth). Sebenarnya teknik melahirkan di dalam air ini sudah populer di Benua Eropa khususnya di Rusia ketika tahun 1970-an. Melahirkan di dalam air mempermudah proses kelahiran bayi ke dunia dengan mengurangi rasa sakit pada Ibu melahirkan.

Munculnya ide di dalam air ini berawal dari pemikiran, dimana janin selama dalam kandungan selalu berenang dalam air ketuban sehingga memberikan kenyamanan ketika Ia lahir ke dunia baru dengan media air. Lalu, bagaimana jalannya proses melahirkan bayi dalam air?

Teknik melahirkan dalam air tak jauh beda dengan persalinan normal pada umumnya, yang membedakan adalah medianya saja di dalam air. Persalinan dalam air dilakukan dimana sang Ibu yang akan melahirkan merendamkan tubuhnya di dalam kolam air hangat. Kolamnya sendiri berupa bath-tub yang terbuat dari bahan plastik dan bagian alasnya tidak rata, agar tidak licin. Sedangkan air hangat sendiri bermanfaat untuk memperlancar sirkulasi pembuluh darah dan meningkatkan efektivitas kontraksi rahim.

Suhu air hangat yang disarankan adalah sekitar 36-37o Celcius, oleh karena itu dalam kolam tersebut sudah terdapat alat pengatur suhu atau water heater. Pengaturan suhu tubuh ini adalah untuk menghindari terjadinya hipotermia ketika bayi dilahirkan, karena perbedaan suhu antara di dalam perut dan di luar. Saat proses melahirkan tiba, dan Ibu mulai mengejan sama seperti kelahiran normal biasanya, setelah itu bayi akan langsung keluar dan langsung berendam dalam air beberapa saat selama 10 detik.

Proses ini terbilang lebih cepat dibandingkan persalinan normal. Teknik persalinan dalam air sendiri terdapat dua metode yaitu persalinan di air murni dan persalinan di dalam air emulsion. Metode persalinan dalam air murni adalah Ibu langsung berendam di kolam air hangat setelah melewati pembukaan 6 hingga proses persalinan.

Sedangkan, untuk metode persalinan dalam air emulsion yaitu Ibu berendam di dalam kolam sampai masa kontraksi tiba. Sementara proses melahirkan bayi tetap di lakukan pada tempat tidur atau ruang persalinan normal.

 Deskripsi: Proses melahirkan di dalam air merupakan teknik melahirkan terbaru dengan media kolam melahirkan sebesar 2 meter.


0 comments:

Post a Comment