proses-melahirkan

Tuesday, 20 May 2014

// // Leave a Comment

Proses Melahirkan Pembukaan 1

Proses Melahirkan Pembukaan 1
Proses Melahirkan Pembukaan 1
Memahami proses persalinan bagi Ibu hamil pertama kali, tentunya masih awam mengenai bagaimana cara melahirkan, apa itu tahap atau fase pembukaan, dan lain sebagainya. Bagi Anda seorang Ibu muda tentunya ingin sekali proses persalinan berjalan dengan lancar.

Anda pun mulai mencari-cari informasi mengenai tahap persalinan, apa itu pembukaan dan sebagainya. Persalinan merupakan momen yang paling dinanti-nantikan bagi Ibu muda, karena sudah tak sabar bertemu dengan sang buah hati tercinta. Tak hanya itu, kehamilan sendiri merupakan momen yang paling indah untuk mengandung sang buah hati selama 9 bulan.

Nah, ketika sudah waktunya tiba Anda sudah merasakan perasaan campur aduk dan harap-harap cemas. Untuk Anda yang ingin mengetahui proses melahirkan dan beberapa istilah dalam proses persalinan akan saya berikan informasi menarik bagi Anda. Dalam dunia medis, proses persalinan itu sendiri memiliki beberapa istilah seperti pembukaan.

Ya, tahap pembukaan merupakan tahap awal sebagai tanda bahwa persalinan akan segera berlangsung yang biasanya ditandai dengan kontraksi ringan. Kemudian kontraksi menjadi lebih kuat dan teratur sebelum persalinan. Tahap yang paling awal dalam proses melahirkan adalah tahap pembukaan 1.

Apa yang dimaksud tahap pembukaan? Tahap pembukaan adalah tahap membukanya serviks dimulai dari tahap awal pembukaan serviks hingga tahap pembukaan lengkap dari pembukaan sebesar 1 hingga 10 cm. Tahap pembukaan 1 sendiri merupakan sebuah fase yang sangat lambat yang membutuhkan waktu hingga 8 jam untuk pembukaan 0 hingga 3 cm. Selama masa pembukaan ini Anda akan merasakan kontraksi dari otot-otot rahim yang menarik cervix untuk membantu mendorong bayi turun hingga ke bawah. Fase pembukaan 1 merupakan fase yang paling lama yang harus dilewati saat proses melahirkan.

Tak hanya membutuhkan waktu 8 jam saja, ada juga Ibu yang harus melewati fase pembukaan ini hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Nah, pada masa ini biasanya mulut rahim mengalami dilatasi sebesar 1 cm. Biasanya Ibu hamil akan merasakan mulas pada perut dan sakit dibagian pinggang dan punggung dengan kadar yang masih rendah. Sebagian Ibu, akan mengalami sedikit pendarahan atau keluarnya lendir bercampur dengan bercak darah.

Kontraksi yang dirasakan saat pembukaan pertama juga tidak terlalu sering, sehingga Anda masih bisa melakukan aktivitas rutin saat masih pembukaan 1 ini. Kondisi janin saat pembukaan pertama ini biasanya sudah dalam posisi menuju jalan lahir, akan tetapi janin masih belum banyak bergerak pada fase ini untuk menuju bagian rongga panggul.

Setelah pembukaan 1, Anda akan merasakan kontraksi yang semakin lama semakin kuat dengan intensitas waktu yang sering hingga teratur hingga pembukaan 10. Biasanya jika sudah mengalami fase pembukaan 6, Anda sudah harus berada di ruang persalinan untuk segera ditindak lanjuti oleh bidan maupun dokter kandungan hingga proses melahirkan tiba.

Deskripsi: Proses melahirkan pembukaan 1 sendiri merupakan fase pembukaan serviks untuk membuka jalan lahir awal sebesar 1 cm.


Read More
// // Leave a Comment

Ini Dia Proses Melahirkan Normal Dengan Epidural !

Ini Dia Proses Melahirkan Normal Dengan Epidural !
Proses melahirkan merupakan saat yang paling mendebarkan bagi sebagian Ibu yang sudah pernah merasakan kelahiran sebelumnya.

Proses melahirkan merupakan saat-saat yang paling mendebarkan dan menyakitkan bagi sebagian Ibu yang sudah pernah merasakan kelahiran sebelumnya. Sakit yang tidak tertahankan terkadang membuat sang Ibu sudah tak bisa mengerahkan kekuatannya lagi ketika kelahiran akan tiba.

Oleh karena itulah, para dokter senantiasa mencari berbagai solusi alternatif agar proses persalinan lancar dan mudah. Selain di operasi caesar, jalan alternatif lainnya adalah dengan menggunakan obat perangsang atau bius untuk meredakan rasa sakit ketika melahirkan. Salah satu obat perangsang yang digunakan untuk mempermudah proses melahirkan adalah bius epidural.

Bius epidural ini bisa digunakan baik sebagai bagian perawatan medis maupun selama menjalani proses persalinan. Adapun fungsi dari bius epidural ini adalah untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan. Bius epidural ini juga bisa diberikan kepada Ibu yang ingin melahirkan dengan normal. Biasanya dokter menyarankan obat bius ini ketika keadaan Ibu dan bayi dalam bahaya, atau untuk mencegah pendarahan setelah melahirkan, serta mempercepat proses kelahiran bayi ketika persalinan tidak berjalan seperti seharusnya.

Bius epidural selain sebagai perangsang atau proses induksi persalinan, juga digunakan untuk menghambat kelahiran untuk kasus kelahiran prematur. Sementara itu, penggunaan obat ini tidak sembarangan bisa dikonsumsi oleh Ibu hamil tetapi juga harus berdasarkan arahan dari dokter kandungan. Lalu, bagaimana metode melahirkan normal dengan epidural ini? Anestesi epidural ini biasanya digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam suntikan melalui otot pinggang hingga bagian bawah tulang belakang. Suntikan anestesi epidural ini dilakukan oleh dokter anestesi untuk melumpuhkan sistem syaraf yang ada di bagian bawah pinggang pada beberapa waktu tertentu sehingga Ibu tidak merasakan sakit pada daerah tersebut.

Ketika Ibu mengejan saat menggunakan obat bius tadi, Ibu tidak akan mengalami rasa sakit sama sekali. Sehingga, dokter bisa menuntun sang Ibu untuk mengejan lebih dalam hingga proses persalinan lancar. Saat persalinan menggunakan anestesi, Ibu juga tidak mengetahui kapan harus mengejan karena tidak mengalami rasa sakit yang dahsyat yang biasanya mendorong sang Ibu untuk mengejan. Oleh karena itulah, pentingnya dokter untuk mengarahkan sang Ibu untuk mengejan.

Sehingga wajar jika proses persalinan menggunakan anestesi epidural ini membutuhkan waktu yang lama. Tidak menutup kemungkinan juga harus menggunakan alat pembantu persalinan seperti forsep. Meskipun melahirkan jadi lebih lama dan cukup sulit untuk berkontraksi, persalinan menggunakan anestesi epidural saat ini sudah menjadi trend di kalangan Ibu-Ibu untuk memperlancar persalinan.

Hal ini agar rasa sakit yang dirasakan bisa berkurang. Nah, anestesi epidural bisa digunakan baik saat persalinan normal maupun ketika caesar. Akan tetapi, proses melahirkan menggunakan anestesi epidural ini dapat mempengaruhi ASI ketika masa menyusui.

Deskripsi: Proses melahirkan merupakan saat-saat yang paling mendebarkan dan menyakitkan bagi sebagian Ibu yang sudah pernah merasakan kelahiran sebelumnya.
Read More
// // Leave a Comment

Bagaimana Proses Melahirkan Dalam Air?

Bagaimana Proses Melahirkan Dalam Air
Proses melahirkan di dalam air merupakan teknik melahirkan terbaru dengan media kolam melahirkan sebesar 2 meter. 
Melahirkan bayi merupakan salah satu momen yang paling berharga bagi wanita sebagai seorang Ibu, meskipun harus melalui proses melahirkan yang tidak mudah. Momen-momen melahirkan seorang bayi ke dunia merupakan hal yang paling mendebarkan sekaligus juga menyenangkan, terutama bagi pasangan yang baru menikah.

Bagaimana tidak? Kehadiran sang bayi diantara pasangan suami istri tentunya menjadi hal yang sangat dinanti-nantikan. Kehamilan baru bagi seorang wanita yang mengandung selama 9 bulan lamanya, menjadi hal terindah dalam hidup apalagi ketika proses persalinan tiba. Semakin berkembangnya teknologi masa kini, dokter kandungan pun melakukan berbagai cara untuk memudahkan proses melahirkan.

Sebagai contohnya adalah proses persalinan atau melahirkan di dalam air (water birth). Sebenarnya teknik melahirkan di dalam air ini sudah populer di Benua Eropa khususnya di Rusia ketika tahun 1970-an. Melahirkan di dalam air mempermudah proses kelahiran bayi ke dunia dengan mengurangi rasa sakit pada Ibu melahirkan.

Munculnya ide di dalam air ini berawal dari pemikiran, dimana janin selama dalam kandungan selalu berenang dalam air ketuban sehingga memberikan kenyamanan ketika Ia lahir ke dunia baru dengan media air. Lalu, bagaimana jalannya proses melahirkan bayi dalam air?

Teknik melahirkan dalam air tak jauh beda dengan persalinan normal pada umumnya, yang membedakan adalah medianya saja di dalam air. Persalinan dalam air dilakukan dimana sang Ibu yang akan melahirkan merendamkan tubuhnya di dalam kolam air hangat. Kolamnya sendiri berupa bath-tub yang terbuat dari bahan plastik dan bagian alasnya tidak rata, agar tidak licin. Sedangkan air hangat sendiri bermanfaat untuk memperlancar sirkulasi pembuluh darah dan meningkatkan efektivitas kontraksi rahim.

Suhu air hangat yang disarankan adalah sekitar 36-37o Celcius, oleh karena itu dalam kolam tersebut sudah terdapat alat pengatur suhu atau water heater. Pengaturan suhu tubuh ini adalah untuk menghindari terjadinya hipotermia ketika bayi dilahirkan, karena perbedaan suhu antara di dalam perut dan di luar. Saat proses melahirkan tiba, dan Ibu mulai mengejan sama seperti kelahiran normal biasanya, setelah itu bayi akan langsung keluar dan langsung berendam dalam air beberapa saat selama 10 detik.

Proses ini terbilang lebih cepat dibandingkan persalinan normal. Teknik persalinan dalam air sendiri terdapat dua metode yaitu persalinan di air murni dan persalinan di dalam air emulsion. Metode persalinan dalam air murni adalah Ibu langsung berendam di kolam air hangat setelah melewati pembukaan 6 hingga proses persalinan.

Sedangkan, untuk metode persalinan dalam air emulsion yaitu Ibu berendam di dalam kolam sampai masa kontraksi tiba. Sementara proses melahirkan bayi tetap di lakukan pada tempat tidur atau ruang persalinan normal.

 Deskripsi: Proses melahirkan di dalam air merupakan teknik melahirkan terbaru dengan media kolam melahirkan sebesar 2 meter.


Read More